Laman

Sabtu, 06 Agustus 2016

MAKALAH PARIWISATA DI INDONESIA




BAB I
PENDAHULUAN
1.1           Latar Belakang Makalah
Indonesia memiliki sumber daya pariwisata yang tidak kalah menariknya bila dibandingkan dengan Negara lain. Keanekaragaman pariwisata serta keindahan yang dimiliki terbentang dari Sabang sampai Merauke, melambangkan ciri khas dari setiap daerah. Banyak turis baik turis domestik maupun turis mancanegara mengagumi keanekaragaman pariwisata di Indonesia. Namun demikian kepemilikan kelebihan sumber daya tersebut perlu diiringi dengan upaya dan usaha yang lebih terarah, agar sumber daya tersebut mampu memiliki daya saing dalam menarik kunjungan wisatawan.
Dalam hal ini diperlukan peran pemerintah dalam membuat kebijakan untuk mengembangkan sumber daya pariwisata. Peran yang tak kalah pentingnya adalah peran masyarakat. Peran masyarakat dalam menghidupkan pariwisata di Indonesia juga turut mendukung pengembangan pariwisata di Indonesia. Di samping itu juga ada dampak serta kendala yang dihadapi dalam pengembangan pariwisata di Indonesia.

1.2           Rumusan Masalah
Adapun beberapa masalah yang dirumuskan dalam pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.    Apa pengertian dari pariwisata?
2.    Apa saja upaya dan usaha pemerintah dalam pengembangan pariwisata di   Indonesia?
3.    Bagaimana peran masyarakat dalam menghidupkan pariwisata di Indonesia?
4.    Apa dampak dari pengembangan pariwisata di Indonesia?
1.3           Tujuan Makalah
Tujuan dari makalah adalah mendorong masyarakat untuk mendukung dan mengembangkan pariwisata di Indonesia.

1.4           Manfaat Makalah
Manfaat dari makalah ini agar pembaca :
1.   Dapat mengerti dan lebih memahami tentang pengertianpariwisata
2.   Dapat mengerti dan memahami peranan dalam pengembangan pariwisata


BAB II
PEMBAHASAN

2.1                  Pengertian Pariwisata
                   Pariwisata atauturisme adalah suatu perjalanan yang dilakukan untuk rekreasi atau liburan dan juga persiapan yang dilakukan untuk aktivitas ini. Seorang wisatawan atau turis adalah seseorang yang melakukan perjalanan paling tidak sejauh 80 km (50 mil) dari rumahnya dengan tujuan rekreasi.Banyak negara bergantung banyak dari industri pariwisata ini sebagai sumber pajak dan pendapatan untuk perusahaan yang menjual jasa kepada wisatawan.
           Oleh karena itu pengembangan industri pariwisata ini adalah salah satu strategi yang dipakai oleh Organisasi Non-Pemerintah untuk mempromosikan daerah tertentu sebagai daerah wisata untuk meningkatkan perdagangan melalui penjualan barang dan jasa kepada orang non-lokal.
           MenurutUndang Undang No. 10/2009 tentang Kepariwisatawan, yang dimaksud dengan pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata yang didukung oleh berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah dan Pemerintah Daerah.

2.2           Peran Pemerintah dalam Pengembangan                                Pariwisata
                   Sebagai industri perdagangan jasa, kegiatan pariwisata tidak terlepas dari peran serta pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Pemerintah bertanggung jawab atas empat hal utama, yaitu: perencanaan (planning) daerah atau kawasan pariwisata, pembangunan (development) fasilitas utama dan pendukung pariwisata, pengeluaran kebijakan (policy) pariwisata, dan pembuatan dan penegakan peraturan (regulation).
                        Berikut ini adalah penjelasan mengenai peran-peran pemerintah dalam bidang pariwisata tersebut:
·                     Perencanaan Pemerintah
                        Pariwisata merupakan industri yang memiliki kriteria-kriteria khusus, mengakibatkan dampak positif dan negatif. Untuk memenuhi kriteria khusus tersebut, memaksimalkan dampak positif dan meminimalkan dampak negatif yang ditimbulkan sehubungan dengan pengembangan pariwisata diperlukan perencanaan pariwisata yang matang.
Dalam pariwisata, perencanaan bertujuan untuk mecapai cita-cita atau tujuan pengembangan pariwisata. Secara garis besar perencanaan pariwisata mencakup beberapa hal penting yaitu:
a.                   Perencanaan pembangunan ekonomi yang bertujuan untuk memacu pertumbuhan berbagai jenis industri yang berkaitan dengan pariwisata
b.                   Perencanaan penggunaan lahan
c.                   Perencanaan infrastruktur yang berhubungan dengan jalan, bandar udara, dan keperluan lainnya seperti: listrik,air, pembuangan sampah, dan lain-lain.
d.                  Perencanaan pelayanan sosial yang berhubungan dengan penyediaan lapangan pekerjaan, pelayanan kesehatan, pendidikan dan pelayanan sosial
e.                   Perencanaan keamanan yang mencakup keamanan internal untuk tujuan wisata dan para wisatawan

·                     Pembangunan Pariwisata
                        Pembangunan pariwisata umumnya dilakukan oleh sektor swasta terutama pembangunan fasilitas dan jasa pariwisata. Namun, pengadaan infrastruktur umum seperti jalan, listrik dan air yang berhubungan dengan pengembangan pariwisata terutama untuk proyek-proyek berskala besar seperti pembangunan bandar udara, jalan untuk transportasi darat, proyek penyediaan air bersih, dan proyek pembuangan limbah merupakan tanggung jawab pemerintah. Selain itu, pemerintah juga berperan sebagai penjamin dan pengawas para investor yang menanamkan modalnya dalam bidang pembangunan pariwisata.

·                     Kebijakan Pariwisata
                        Umumnya kebijakan pariwsiata dimasukkan dalam kebijakan ekonomi secara keseluruhan yang kebijakannya mencakup struktur dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Kebijakan ekonomi yang harus dibuat sehubungan dengan pembangunan pariwisata adalah kebijakan mengenai ketenagakerjaan, penanaman modal dan keuangan, industri-industri penting yang mendukung kegiatan pariwisata, dan perdangan barang dan jasa.

·                     Peraturan Pemerintah
                        Peraturan-peraturan penting yang harus dibuat oleh pemerintah untuk melindungi wisatawan dan memperkaya atau mempertinggi pengalaman perjalanannya adalah:
a.                   Peraturan perlindungan wisatawan terutama bagi biro perjalanan wisata yang mengharuskan wisatawan untuk membayar uang muka (deposit payment) sebagai jaminan pemesana jasa seperti akomodasi, tour dan lain-lain;
b.                   Peraturan keamanan kebakaran yang mencakup peraturan mengenai jumlah minimal lampu yang ada di masing-masing lantai hotel dan alat-alat pendukung keselamatan lainnya;
c.               Peraturan keamanan makan dan kesehatan yang mengatur mengenai standar kesehatan makanan yang disuguhkan kepada wisatawan;
d.              Peraturan struktur kompetensi pekerja-pekerja yang membutuhkan pengetahuan dan keahlian khusus seperti pilot, sopir, dan nakhoda.
Selain itu pemerintah juga bertanggung jawab atas pengelolaan sumber daya alam seperti: flora dan fauna yang langka, air, tanah, dan udara agar tidak terjadi pencemaran yang dapat mengganggu bahkan merusak suatu ekosistem. Oleh karena itu, penerapan semua peraturan pemerintah dan undang-undang yang berlaku mutlak dilaksanakan oleh pemerintah.

2.3               Peran Masyarakat dalam Pengembangan Pariwisata
        Masyarakat merupakan salah satu pilar utama dalam pengembangan pariwisata, karena pada dasarnya pilar pariwisata itu terdiri dari pertama pemerintah, kedua swasta dan ketiga masayarakat, yang sering disebut tiga pilar utama pariwisata. Misalnya setelah pemerintah mengeluarkan kebijakan mengenai pengembangan pariwisata yang diiringi dengan regulasi. Kemudian pihak swasta secara profesional menyediakan jasa pelayanan bagi pengembangan bagi pariwisata tersebut, maka tugas masyarakat adalah selain senantiasa membangkitkan kesadaran tentang pentingnya pariwisata juga menumbuhkembangkan kreativitas yang melahirkan berbagia kreasi segar yang mengundang perhatian untuk kemudian menjadi daya pikat pariwisata.
          Mengenai pengembangan atau menumbuhkan kesadaran pariwisata di kalangan masyarakat ini bukanlah hal yang mudah. Walaupun secara sosiologis keberadaan masyarakat Indonesia sesungguhnya sudah menjadi daya tarik tersendiri bagi pariwisata, baik dengan kekayaan adat istiadatnya, kreasi seni dalam berbagai seni kehidupannya juga khazanah lingkungan dan sejarahnya yang relatif cukup kaya dan menjadi kebanggaan dunia.
          Ketidakmudahan menumbuhkembangkan kreasi itu diantaranya terletak pada:
Pertama, masih ada stigma pandangan bahwa pariwisata dapat mempengaruhi kehidupan yang kurang baik atau akan berpengaruh buruk pada proses pembentukan moral masyarakat. Sebagaimana kita ketahui, bahwa melalui pariwisata terjadi proses akulturasi budaya yang sesungguhnya juga di balik itu semua banyak memberikan nilai tambah.

Kedua, masih adanya dikap yang berlebihan terhadap turis terutama wisman (wisatawan mancanegara), baik dari sisi keamanan maupun dari sisi kesehatan. Sehingga kewaspadaan yang berlebihan dapat saja berakibat kurang kondusifnya bagi para turis tatkla mereka mengunjungi suatu objek wisata.
Ketiga, belum tumbuhnya siakp masyarakat untuk melindungi dan memberikan pelayanan kepada para turis minimal dengan mengucapkan selamat dan memberi senyuman sehingga masih terjadi insiden-insiden ketidakamanan di berbagai daerah yang menjadi nobjek wisata.
Keempat, belum terbentuknya sikap dan cara pandang bahwa pariwisata, seperti banyak terbukti di berbagai negara, menjanjikan pula bagi terwujudnya masyarakat yang sejahtera.
          Keempat hal tersebut sesungguhnya dapat terkurangi, bila tidak hilang sama sekali, dengan adanya proses sinergi anatara pemerintah, swasta, dan masyarakat, misalnya dengan ditunjukkannya komitmen yang kuat dari pemerintah untuk secara sungguh-subngguh membangun pariwisata maka dengan sendirinya akan secara spontanitas muncul pula partisipasi masyarakat, yang sekaligus juga sebagai bentuk komitmennya.
          Untuk melangkah ke arah itu masyarakat dapat memulainya dari rumah dan halamannya. Bagaimana rumah itu ditata secara rapi baik mulai dari ruang tamu maupun semua bagiannya siap menyambut dan menerima tamu yang datang agar merasa enak dan betah. Begitu pula dengan halaman rumahnya dibuat demikian asri sehingga enak dipandang. Ilustrasi rumah dan halaman ini adalah negeri kita, masyarakat bangsa adalah tuan rumahnya. Memang ada beberapa daerah yang sudah siap untuk melakukan hal ini, api sebagian besar masyarakat harus terus dibina dan dikembangkan.
          Untuk itu semua jelas ditentukan oleh adanya daya cipta dan kreasi masyarakat yang bukan hanya dapat memelihara yang ada, tetatpi juag dapat menciptakan berbagai kreasi baru sehingga berbagai jenis wisata mulai dari wisata budaya, belanja, alam, olahraga, riset, dan lain sebagainya, dapat berkembang secara varistif dan berkelanjutan. Kesemuanya ini terletak dari bagaimana peran masyarakat dalam memajukan pariwisata. Sebab jika masyarakat pasif apalagi tidak punya kreativitas maka kegiatan pariwisata akan sunyi senyap. Itu sebabnya peran masyarakat dalam memajukan pariwisata nasional bukan hanya penting tetapi juga strategis.



2.4         Dampak Pengembangan Pariwisata
1.             Aspek Ekonomi
                             Dampak Positif :
a.         Menambah devisa atau PAD
b.        Membuka kesempatan berusaha
c.         Menambah lapangan kerja
d.        Meningkatkan pendapatan masyarakat dan pemerintah
e.         Mendorong pembangunan daerah
Dampak negatif :
a.         Harga barang dan jasa pelayanan menjadi naik
b.        Harga tanah naik akibat dari banyaknya investor yang memerlukan tanah untuk pembangunan hotel dan industri pariwisata

2.             Aspek Sosial-Budaya
                                    Dampak positif :
a.         Pelestarian budaya dan adat
b.        Meningkatkan kecerdasan masyarakat
c.         Meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani
d.        Mengurangi konflik sosial
Dampak negatif :
a.         Penduduk khususnya remaja sering kali terpengaruh pola hidup para wisatawan yang tidak sesuai dengan budaya dan kepribadian bangsa kita sendiri (degradasi moral)

3.             Aspek Berbangsa dan Bernegara
        Dampak positif :
a.         Mempererat persatuan dan kesatuan
b.        Menumbuhkan rasa memiliki dan kecintaan terhadap tanah air
c.         Memelihara hubungan baik secara internasional
                      Dampak negatif :
a.         Banyaknya peluang dan pemanfaatan wisatawan juga mengundang perilaku yang tiudak bertanggung jawab misalnya: pemerasan, perjudian, prostitusi, pencurian, pengedaran barang-barang terlarang, penipuan dan lain sebagainya

4.            Aspek Lingkungan
        Dampak positif :
a.         Melestarikan lingkungan
b.        Menumbuhkan suasana hidup tenang dan bersih
c.         Meningkatkan kesegaran fisik dan mental
d.        Memperoleh nilai tambah atas pemanfaatan dari lingkungan yang ada
Dampak negatif :
a.             Terjadi pengrusakan, baik karena pembangunan prasarana dan sarana pariwisata, maupun karena ulah pengunjung atau tangan-tangan jahil orang yang tidak bertanggung jawab.
BAB III
PENUTUP
3.1      Kesimpulan
          Dari uraian di atas, mulai pembahasan pertama sampai dengan pembahasan terakhir penulis dapat menyimpulkan bahwa masyarakat merupakan salah satu pilar utama dalam pengembangan pariwisata,Karena seecara sosiologis keberadaan masyarakat Indonesia sesungguhnya sudah menjadi daya tarik tersendiri bagi pariwisata, baik dengan kekayaan adat istiadatnya, kreasi seni dalam berbagai seni kehidupannya juga khazanah lingkungan dan sejarahnya yang relatif cukup kaya. Masyarakat hanya perlu untuk menumbuhkembangkannya saja.

3.2      Saran
                   Pariwisata di Indonesia masih sangat kurang direalisasikan dengan baik      khususnya             kota-kota kecil dan menjaga kebersihan lingkungan wisata sering kali          tidak             diperhatikan dengan baik. Pentingnya tenaga kerja yang professional dalam            menunjang pariwisata, selain itu infrastruktur juga menjadi hal yang tidak kalah            pentingnya dalam pengembangan pariwisata, karena dengan adanya fasilitas-fasilitas   yang tersedia akan membuat wisatawan tertarik untuk mengunjungi tempat wisata            tersebut.
                        Perlu adanya kerjasama yang baik antara pemerintah, pihak swasta danmasyarakat agar terwujudnya iklim pariwisata yang baik di Indonesia. Sebagai wisatawan    yang baik, seharusnya kita dapat menjaga lingkungan khususnya untuk wisatawan        domestik (masyarakat Indonesia).

Selasa, 28 Mei 2013

Baca Karakter Cowok dari Film Kesukaannya


Ajak gebetan nonton, yuk. Terus, perhatiin, deh, film kesukaannya. Dari jenis film kesukaan, kita bisa tahu, orang seperti apa, sih, dia... Selain itu, lumayan, kan, jadi ada alasan nge-date.Setelah tahu sifatnya, kita jadi tahu ke mana lagi nanti kita bisa ngajak dia!


It's all about bang and boom
He must be: Cowok banget! Dia suka dengan semua hal yang menguji nyali dan adrenalin.Btw, kita boleh berbangga hati kalau gebetan suka film action. Biasanya cowok penyuka actionselalu ingin melindungi ceweknya dari segala macam bahaya. Widih... Sayang, cowok penyuka film ini biasanya adalah tipe bad boy. Ditambah dengan sikapnya yang gentle dan manis, kayaknya kita harus menghadapi dia dengan 'pintar', nih.

Rolling on the floor laughing
He must be: Enggak salah lagi, cowok penyuka film komedi pasti lucu dan humoris. Bahkan, dia juga cenderung konyol dalam bertingkah. Hasilnya, kita jadi betah berada di sampingnya karena dia selalu punya seribu cara untuk membuat kita tertawa. Tapi, karakternya yang konyol terkadang membuat dia jadi susah diajak serius. Bawaannya bercanda terus, sih. Padahal, ada kalanya, kan, kita pengin dia menanggapi kita dengan serius.

What is the beginning of everything?
He must be: Cowok penyuka film dokumenter bisa jadi adalah orang yang serius. Bukan berarti cowok tipe ini enggak suka bercanda, hanya saja dia terbiasa menanggapi segala hal dengan serius. Asyiknya, sama dia kita enggak perlu menebak-nebak. Soalnya, dia anti bertele-tele dan bakal straight forward bilang ya atau tidak. Jadi, kita bakal cepat tahu kalau dia suka atau enggak sama kita. Tapiii, mereka kaku kalau diajak ngobrol. Makanya, kita harus pintar-pintar, nih, cari cara buat mencairkan suasana.

Screaming out loud
He must be: Satu hal tentang cowok penggemar film horor, mereka termasuk cowok yang berani mengambil risiko. Enggak jarang, dia pun melakukan hal-hal nekat di luar dugaan. Karena itulah, teman-temannya pun mengenal dia sebagai si usil yang paling gila. Cowok penyuka film horor juga cenderung suka meremehkan dan memandang rendah segala hal. Ini nih enggak asyiknya! Tapi, sifatnya yang fun dan seru bikin dia jadi pacar yang enggak membosankan.

Curious as a cat
He must be: Cowok penyuka film sci-fi biasanya termasuk cowok pintar. Biarpun terkesan selalu serius, cowok tipe ini justru sangat suka berkhayal. Sayang, cowok penyuka film sci-fi seringkali terkesan membosankan, karena dia hanya seru untuk diajak ngobrol tentang hal yang itu-itu saja. Makanya, tugas kita, nih, mengenalkan dia pada hal-hal yang enggak pernah dia kenal sebelumnya.

Cartoon lover's
He must be: Kita sepertinya harus banyak bersabar dengan cowok penyuka film kartun atau anime. Sifatnya yang kekanak-kanakan bisa jadi bakal bikin kita jengkel berkali-kali. Bukan hanya itu, dia juga jenis cowok yang ingin selalu diperhatikan dan enggak mau kalah. Tapi sebenarnya, di balik sifat kekanak-kanakannya, cowok tipe ini terkenal sangat penyayang, lho.

Heart for drama
He must be: Enggak seperti cowok pada umumnya, cowok penyuka film drama termasuk orang yang sensitif. Dia peka dengan perasaan orang lain, apalagi perasaan pacarnya. Cihuy! Selain itu, dia juga perhatian, jadi kita pasti bakal dimanja habis-habisan. Enggak heran, deh, mama dan papa pasti langsung kasih lampu hijau ke dia. Habis dia dewasa, sih. Kelemahannya, cowok yang suka drama biasanya sangat detil. Setiap kali nge-date, dia pasti bakal memperhatikan semua hal, termasuk dandanan kita. Umm, kadang pakai kritik juga.